Bangkit dari kegagalan sebagai Entrepreneur/Beautypreneur



Failure atau kegagalan adalah hal yang sering dialami oleh seorang entrepreneur. 

Gak akan ada satu entrepreneur yang bisa selamat dari pahitnya malu, gagal, ngeliat orang berhasil dan kita belum, dsb dsb. The lists are too long.

Terus gimana caranya sebagai entrepreneur tuh kita bisa bangkit dari kegagalan?

Untuk aku sendiri, sebenarnya ada banyak cara atau tools yang aku coba untuk bounce back dari perasaan-perasaan buruk karena kegagalan atau effort aku yang belum sukses dalam berbisnis. Dan tiap-tiap kejadian itu ada yang toolsnya selalu berhasil, ada yang ngefeknya dalam situasi tertentu, ada juga yang udah gak relevan setelah dicoba sekali. Cuma kayaknya gak bakal muat dalam satu post ini. Aku akan bikin postingan lanjutannya dan kalau gak mager, (plus kalo viewnya tinggi), aku mau jadiin reguler posts di blog aku ini.

Tanpa banyak basa-basi, langsung saja.

Pertama, ambil jeda dan jangan lupa self-care.

Pertama-tama, setelah kejadian yang bikin mental down, ambil jeda. Baik itu hanya beberapa menit, jam, hari. Lakukan dari seadanya waktu yang kamu punya.

Jangan paksain diri untuk langsung bangkit karena kita makhluk bukan mesin. Otak kita juga bekerja untuk hal-hal psikis, jadi berikan sedikit ruang dan waktu untuk memproses gelombang emosi yang kita rasain.

Pastikan kamu juga tidak melupakan self-care, makan, minum, istirahat yang cukup, tidur tidak larut malam, self hygiene, dll. Meskipun berat, kamu tetap harus self-care, karena kalau kamu abaikan, lalu jadi sakit atau ada gigi yang bolong misalnya, ujung-ujungnya rasa malu dan gagal itu gak hilang-hilang.


Lepaskan diri dari pemikiran "kalau sukses, maka kamu berharga" :)

Seringkali kita menggantungkan keberhargaan diri kita dengan hal-hal yang kita punya dan ingin punya. Padahal kalau gak punya pun gak apa-apa. Ya hidup ini sejatinya untuk dijalani, bukan kompetisi untuk dimenangkan.

I know kedengarannya klise, tapi beneran. Masalah harga diri (self-esteem, self worth) ini tuh sebenarnya isu yang deep (dalam) lho. Mungkin dari yang baca postingan ini ada yang terbiasa berprestasi, atau ngerasa dirinya harus membuktikan kalau dia adalah entrepreneur yang mumpuni dengan keberhasilan usahanya, atau takut dianggap ngebakar duit investor, dll dan sebagainya.

Semua perasaan itu valid, aku gak bilang itu gak valid. Tapi kadang kita harus bisa memilah mana yang pikiran dan perasaan. Oleh karena itu, jangan sampai, kita malah terjebak dalam perasaan-perasaan yang timbul karena pikiran buruk. Lepaskan pemikiran diri berharga bila sukses itu jauh-jauh.

Sebaliknya, jangan takut juga ngerasa jadi orang yang santai. Justru karena kamu berharga, diri kamu itu layak dihargai atas usaha-usaha yang telah dilakukan dan diberikan semangat agar terus berani memperbaiki diri.


Respect the effort

Coba untuk menghargai diri atas keberanian mencoba. Pernah gak kepikiran, kalau di dunia ini ada banyak orang yang gak jadi melakukan hal yang kita anggap gagal itu, karena insecurity yang mereka punya. Jadi jangan take it for granted. Memang, hasilnya belum seperti yang diharapkan, but it's okay! Namanya suatu hal baru atau mencoba sesuatu, jarang banget ada yang langsung berhasil. Kita baru bisa langsung bilang kalau kita gak berbakat atau gak enjoy dengan suatu hal hanya dari kesan pertama mencoba.

Aku mau pesan satu hal dari quotes yang pernah aku dengar:

"Days are long, years are short - don't dwell in the past too long."

Aku sering banget ngerasain ini sejak pandemi. Hari-hari berjalan lambat, tetapi tiba-tiba pergantian bulan ke semester jadi gak berasa and voila! Tahun ini aja misalkan, tiba-tiba aja udah bulan Agustus kan? Nikmati aja hari-hari ini, tidak perlu berlarut-larut dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya.


Nah, semoga tips-tips aku di atas bisa membantu. Kalau ada tips lain yang aku kepikiran, aku akan update di postingan lain. Sampai ketemu lagi ya, take care! :)

No comments